Headlines News :

Translate

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

7 Asteroid Unik

Written By Admin on Jumat, 06 Maret 2015 | 17.27

1. Ceres
Ditemukan oleh Giuseppe Piazzi, 1 Januari 1801.
Sebagai asteroid terbesar, Ceres mendapat julukan "planet katai" (Dwarf Planet). Karena ukurannya pula, ia menjadi asteroid yang ditemukan pertama kali. Sebegitu besarnya Ceres, sehingga ia jadi satu-satunya asteroid yang memiliki gaya gravitasi untuk menarik diri sendiri ke dalam lingkaran suatu planet.
2. Baptistina
Disebut juga sebagai induk dari asteroid pemusnah dinosaurus dan merupakan salah satu anggota termuda di sabuk asteroid. Berdasarkan model komputer, Baptistina dan kawanan asteroidnya terjadi sekitar 160 juta tahun lalu. Tumbukan yang disebabkan Baptistina membuat ratusan objek langit lainnya beradu dengan Bumi. Salah satunya jatuh ke planet ini pada 65 juta tahun lalu dan memusnahkan dinosaurus.

Catatan: hipotesa ini ditentang oleh beberapa teori lain. Apakabardunia akan membahasnya lain kesempatan

3. Hektor, si Trojan terbesar
Asteroid ini memiliki dimensi sekitar 200 kilometer dan memiliki bulan sendiri. Ia merupakan bagian dari asteroid Trojan yang terikat dalam orbit planet Jupiter.


4.  Kleopatra
Asteroid ini berbentuk seperti tulang mainan anjing dan memiliki dua bulan yang dinamai Alexhelios dan Cleoselene.


5. Themis
Asteroid ini diketahui sebagai satu-satunya yang memiliki es di permukaannya. Selain es, pada tahun 2009, observasi menggunakan infra-merah memastikan adanya karbon dan molekul. Karakter ini membuat Themis sebagai kandidat kuat asteroid yang bisa menyokong kehidupan.

6. Toutatis
Benda langit ini dinamai sesuai dengan nama dewa bangsa Celtic. Toutatis masuk dalam karakter unik karena berotasi dengan acak, bahkan terkesan terhuyung. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena Toutatis terdiri dari dua bagian dan dipengaruhi gravitasi Bumi dan Jupiter. Jalur rotasinya yang tidak pasti membuatnya sulit diprediksi.

7. Apophis
Ditemukan pada 2004 dan diambil dari bahasa Yunani yang berarti "Dewa jahat mesir untuk kegelapan". Sesuai namanya, asteroid ini sempat membuat kepanikan di dunia astronomi pada tahun 2004. Apophis masuk dalam peringkat empat dari sepuluh dalam skala Torino. Skala 10 jadi patokan tertinggi atas risiko benda langit yang menumbuk Bumi dan dianggap sebagai kiamat.

Apophis diprediksi akan mendekati Bumi pada 13 April 2029 dengan jarak sekitar 30 ribu kilometer.


Sumber 

HD80606b lebih panas dari Planet Jupiter

Written By Admin on Rabu, 07 Januari 2015 | 19.17

Planet panas
Astronomer berhasil menemukan planet yang diselimuti udara panas. Hanya dalam hitungan enam jam, planet ini empat kali lebih panas dari Jupiter dengan suhu mencapai 1.200 derajat.

Penelitian itu dilaporkan di journal Nature. "Ini pengamatan pertama perubahan cuaca di planet di luar tata surya kita,” kata penulis laporan itu Gregory Laughlin, profesor astronomi di Universitas California di Santa Cruz. Dia menggunakan Spitzer Space Telescope NASA untuk mempelajari planet itu.

Normalnya planet ini memiliki suhu 980 derajat. Tetapi hanya dalam berapa jam dapat diselubungi panas yang memaksa thermometer mendekati 2.240 derajat.

Saat mendekati mataharinya, planet itu 10 kali lebih dekat jika dibandingkan jarak Merkurius ke matahari kita. Pada posisi itu, terjadi badai raksasa disertai dengan gelombang kejutan. Serbuan radiasi ke planet itu 800 kali lebih kuat.

Tapi anehnya, panas di planet itu bisa cepat menghilang di angkasa yang hampa. “Sungguh aneh. Sungguh tak bisa didiami. Di galaxi dengan planet yang tak bisa didiami, planet ini merupakan salah satunya yang benar-benar tak mendukung kehidupan,” kata Laughlin.

Planet itu mengitari mataharinya dengan orbit mirip komet, dalam jangka waktu hanya 111 hari.

Matahari dari planet itu akan terlihat dari bumi dekat Big Dipper pada 14 Februari. Ada 15% kesempatan astronomer amatir bisa melihat HD80606b menggunakan teleskop kecil.

5 Makhluk Bumi yang Bisa Hidup di Luar Angkasa

Written By Admin on Senin, 05 Januari 2015 | 20.07

Selalu ada pertanyaan di dalam benak kita semua: “apakah ada makhluk hidup yang bisa tinggal dan bertahan di planet lain?” jika kita berbicara soal manusia, mungkin tidak. Tetapi, mungkin 5 makhluk bumi di bawah ini bisa.

Untuk bertahan hidup, manusia selalu membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan seperti oksigen. Namun beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik dan karakteristik ini memungkinkan mereka untuk hidup pada kondisi ekstrim di luar angkasa.

Sekarang, mari kita lihat 5 makhluk super berikut ini:

1. Cacing yang Hidup di Es Metana

5 Makhluk Bumi yang Bisa Hidup di Luar Angkasa
Melihat foto di atas, mungkin akan teringat dengan salah satu makhluk dalam film alien. Namun, makhluk yang terlihat cukup mengerikan di atas sebenarnya adalah makhluk bumi. Ya, ia diam di antara kita.

Makhluk itu sesungguhnya adalah seekor cacing yang hidup di lempengan es metana yang terdorong ke permukaan dari dasar laut di dekat pantai mexico. Es metana adalah sebuah gas hidrat yang terbentuk secara alami pada tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam. Menurut para ahli dari pennsylvania state university, penemuan cacing ini telah membangkitkan berbagai spekulasi mengenai kehidupan di luar angkasa.

Erin mcmullin, salah satu peneliti yang turut menemukan cacing tersebut berkata:
“sangat menyenangkan ketika kita sibuk berspekulasi mengenai kehidupan di planet lain, kita malah terus menemukan bentuk kehidupan baru yang sepertinya bukan berasal dari bumi.”
lalu, jika kita memberikan sebuah tempat baru baginya di angkasa luar, dimanakah tempat yang cocok baginya?

Jawabannya adalah di titan, salah satu bulan saturnus.
Di titan, terdapat lautan methana yang berlapis-lapis. Jika kita menaruh cacing ini di titan, ada kemungkinan ia dapat bertahan hidup dengan mendiami lapisan es tersebut.

2. Makhluk yang Bisa Hidup di Ruang Hampa

5 Makhluk Bumi yang Bisa Hidup di Luar Angkasa
Setelah melihat foto di atas,kebanyakan akan segera teringat dengan beruang. Tidak salah juga. Tapi, makhluk lucu ini bukan seekor beruang. Ia bernama Tardigrade. Karena kemiripannya dengan beruang, ia juga sering disebut dengan nama beruang air.

Berbeda dengan beruang darat yang bertubuh besar, makhluk ini hanya memiliki panjang sekitar setengah milimeter. Ini membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang. Tetapi, jangan menilainya hanya dari ukurannya. Makhluk mikro ini termasuk salah satu makhluk hidup yang paling tangguh di bumi.

Ia memiliki satu kekuatan super. Ia bisa masuk ke dalam kondisi diam sempurna yang disebut tun. Dalam kondisi ini, makhluk ini bisa bertahan terhadap fluktuasi temperatur, bahkan yang paling ekstrim sekalipun. Pada tahun 2008, beberapa ekor tardigrade ikut dikirim ke luar angkasa dan terbukti kalau mereka bahkan bisa bertahan di dalam ruang hampa udara.

Jadi, jika kita melepasnya ke ruang angkasa, ada kemungkinan kalau makhluk ini bisa mengarunginya hingga menemukan tempat berdiam yang cocok baginya.

3. Cacing Raksasa Pemakan Belerang

5 Makhluk Bumi yang Bisa Hidup di Luar Angkasa

Makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di dasar lautan. Dan ia memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal. Cacing raksasa ini bisa bertumbuh hingga sepanjang 2,1 meter dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang ekstrim. Tubuh mereka didominasi warna merah. Ini karena banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya. Yang menarik dari cacing ini adalah kemampuannya bertahan terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa menerima kebutuhan hidup yang cukup.

Dimanakah tempat yang cocok baginya di luar angkasa?
Makhluk ini mungkin bisa hidup di venus dimana terdapat sumber belerang yang luar biasa banyak

4. Mikroba Antartika Pemakan Besi

5 Makhluk Bumi yang Bisa Hidup di Luar Angkasa
Darah mengalir deras di antartika. Apakah ada pembantaian hewan besar-besaran sedang berlangsung? Tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.

Menurut Majalah Nature :
“cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30 jenis bakteri yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik.”

Menurut salah satu peneliti bernama Mikucki, mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks dimana penerima elektron akhirnya adalah besi.
“ini adalah contoh bagaimana sebuah ekosistem berhasil bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal.”

“Life finds a way.”
Dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat hidup di europa, salah satu bulan jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal.

5. Bakteri yang Mampu Bertahan dari Radiasi

5 Makhluk Bumi yang Bisa Hidup di Luar Angkasa
Deinococcus Radiodurans adalah nama bakteri ini. Ia mampu bertahan dalam dosis radiasi yang seribu kali lebih kuat dibanding dosis yang dapat diterima manusia. Kemampuan ini didapatkannya karena sistem pemulihan dnanya yang unik.

Manusia yang menerima radiasi umumnya meninggal karena partikel radioaktif tersebut menghancurkan DNAnya. Akibatnya sistem regulasi di tubuh pun terhenti. namun bakteri ini secara menakjubkan mampu menyusun kembali dna nya yang telah hancur, salah satu masalah yang dihadapi ketika manusia mencoba untuk hidup di bulan atau mars adalah adanya radiasi yang cukup mematikan. Jika bakteri ini dilepas di angkasa, maka radiasi yang ada di sana tidak akan mampu mempengaruhi tubuhnya.

Jadi, jika suatu hari kita menjelajahi angkasa luar dan planet-planetnya, jangan heran kalau suatu hari kita bisa menemukan makhluk seperti ini di sana. Mungkin saja!
 

Inilah 10 Fakta Tentang Hidup di luar Angkasa

Written By Admin on Rabu, 31 Desember 2014 | 13.57

1. Satu hari mengalami 17x matahari terbit

Matahari terbit dan terbenam setiap 90 menit di orbit , sehingga sangat sulit untuk tidur nyenyak karena tidak adanya hari normal / siklus malam. Untuk mengatasi ini, administrator ISS mengatur jadwal astronot untuk menjaga agar kegiatan mereka sesuai. Jam onboard ISS diset ke Greenwich Mean Time (GMT). Untuk menjaga astronot tetap pada jadwalnya, Mission Control melakukan panggilan saat bangun tidur. Untuk mengisi waktu Mereka biasanya memainkan musik dan kegiatan sejenisnya


2. Kamu Akan Tumbuh lebih tinggi

Tanpa gaya tekan gravitasi, tulang belakang kamu berkembang dan kamu tumbuh lebih tinggi, biasanya antara 5cm dan 8cm. Sayangnya, tinggi ekstra dapat membawa komplikasi, yang dapat mencakup masalah sakit punggung dan saraf.


3. Berhenti Mendengkur

Sebuah studi 2001 menunjukkan bahwa astronot yang mendengkur di Bumi tertidur diam di ruang angkasa. Itu karena gravitasi memainkan peran yang dominan dalam generasi apneas, hypopneas, dan mendengkur. NASA bahkan telah merekam aktivitas awak kapal yang sering mendengkur , tetapi efek gravitasi nol muncul untuk mengurangi mendengkur.


4. Beberapa makanan dan bumbu membutuhkan penambahan air untuk dimakan

Dalam pesawat, garam dan merica tersedia tetapi hanya dalam bentuk cair. Hal ini karena astronot tidak menaburkan garam dan merica pada makanan mereka di ruang angkasa. Garam dan merica hanya akan mengambang. Sangat berbahaya karena bisa menyumbat ventilasi udara, mencemari peralatan atau terjebak dalam mulut, mata atau hidung astronot.


5. Astronot terlama yang tinggal di pesawat selama 438 hari

Rekor untuk misi terlama dipegang oleh kosmonot Rusia Valeri Polyakov, yang menyelesaikan 438 hari (atau 14 bulan) perjalanan dinas di dalam stasiun ruang angkasa Mir pada tahun 1995


6. Hanya 3 orang yang pernah meninggal di pesawat antariksa

Para awak dari Soyuz 11, Georgi Dobrovolski, Viktor Patsayev dan Vladislav Volkov, tewas setelah undocking dari stasiun ruang angkasa Salyut 1 setelah tinggal tiga minggu.


7. Hampir setiap astronot mengalami space sickness

Dengan tidak adanya gravitasi, sinyal dari sistem vestibulary dan reseptor tekanan menjadi kacau. Efeknya biasanya menyebabkan disorientasi pada tubuh: banyak astronot tiba-tiba merasa diri mereka seperti terbalik, atau bahkan mengalami kesulitan dalam penginderaan lokasi lengan dan kaki mereka sendiri. disorientasi ini adalah penyebab utama dari apa yang disebut Space Adaptasi Syndrome


8. Hal yang paling sulit adalah untuk Adaptasi ketika kamu kembali dari ruang angkasa

Ketika mereka kembali ke bumi, astronot harus beradaptasi kembali seperti pengalaman ketika mereka pertama kali ke ruang angkasa. Ada satu fase adaptasi yang agak lama untuk di biasakan, Beberapa kosmonot Rusia telah melaporkan bahwa beberapa bulan setelah penerbangan , mereka masih sesekali melepaskan cangkir atau benda lain di udara - dan bingung ketika jatuh ke lantai


9. Radiasi Cosmic membuat kamu melihat Silauan saat berkedip

Menatap keluar dari kapsul ruang mereka, astronot Apollo menyaksikan pemandangan yang manusia belum pernah lihat sebelumnya. Mereka melihat pemandangan bumi yang biru terang terhadap. Mereka melihat sisi jauh Bulan. Mereka juga melihat kilatan cahaya aneh di dalam bola mata mereka!


10. Kamu mungkin harus mengambil spons mandi untuk kebersihan diri

Sementara stasiun seperti Skylab dan Mir telah dilengkapi dengan pancuran,Banyak astronot mengganti spons mandi dengan menggunakan waslap atau handuk basah. Hal ini akan mengurangi jumlah air yang dikonsumsi. Setiap astronot juga akan memiliki kit kebersihan diri dengan sikat gigi, pasta gigi, shampoo, pisau cukur dan perlengkapan mandi dasar lainnya.

Sumber 

(+Foto-Foto Terbaru) Mengenal Lebih Dekat dengan Planet Mars

Written By Admin on Selasa, 30 Desember 2014 | 20.19

Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai "planet merah" karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan.

Ini disebabkan oleh keberadaan besi(III) oksida di permukaan planet Mars. Namun akhir-akhir ini yang seperti apa temukan beberapa fakta bawah langit mars ternyata berwarna biru muda Bisa kamu baca di "Taukahkamu; Langit Mars Ternyata Biru, Bukan Merah (Apa yg NASA sembunyikan dari Kita?)"

Periode rotasi dan siklus musim Mars mirip dengan Bumi. Di Mars berdiri Olympus Mons, gunung tertinggi di Tata Surya, dan Valles Marineris, lembah terbesar di Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan Borealis yang meliputi 40% permukaan Mars. Mars adalah planet bebatuan dengan atmosfer yang tipis. Di permukaan Mars terdapat kawah, gunung berapi, lembah, gurun, dan lapisan es.











Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin tinggal di sana.











Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana. Planet ini memiliki 2 buah satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Planet ini mengorbit selama 687 hari dalam mengelilingi matahari. Planet ini juga berotasi. Kala rotasinya 25,62 jam.







Banyak orang yang menganggapnya sebagai sebuah bukti dari peradaban yang telah lama musnah di Mars, walaupun di masa kini, telah terbukti bahwa fitur tersebut hanyalah sebuah kenampakan alam biasa.





Mars memiliki jari-jari sekitar setengah dari jari-jari Bumi. Planet ini kurang padat bila dibandingkan dengan Bumi, dan hanya memunyai sekitar 15% volume dan 11% massa Bumi. Luas permukaannya lebih kecil dari jumlah wilayah kering di Bumi.





Mars lebih besar daripada Merkurius, tetapi Merkurius lebih padat. Akibatnya kedua planet memunyai tarikan gravitasi yang hampir mirip di permukaan dan tarikan Mars lebih kuat sekitar kurang dari 1%.





Ukuran, massa, dan gravitasi permukaan Mars berada "di antara" Bumi dan Bulan (diameter Bulan hanya setengah dari Mars, sementara Bumi dua kalinya; Bumi sembilan kali lebih besar dari Mars, dan Bulan satu per sembilannya). Kenampakan permukaan Mars yang merah-jingga diakibatkan oleh keberadaan besi(III) oksida, yang lebih dikenal dengan nama hematite.





Saat ini Mars tidak memunyai medan magnet global, namun hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian kerak planet termagnetisasi, dan medan magnet global pernah ada di masa lalu.





Salah satu teori yang diumumkan pada tahun 1999 dan diperiksa ulang pada Oktober 2005 (dengan bantuan Mars Global Surveyor) menunjukkan bahwa empat miliar tahun yang lalu, dinamo Mars berhenti berfungsi dan mengakibatkan medan magnetnya menghilang. Ada pula teori bahwa asteroid yang sangat besar pernah menghantam Mars dan mematikan medan magnetnya.




Sumber

Astronom Ungkap Orbit Komet Menggunakan Flickr

ASTRONOM UNGKAP ORBIT KOMET MENGGUNAKAN FLICKR

Dua astronom profesional menemukan orbit komet menggunakan foto-foto yang diunggah pengamat amatir ke internet.



Dengan menggunakan mesin pencari internet Yahoo, Dustin Lang dari Princeton University dan David Hogg dari Max-Planck-Institut fur Astronomie di Jerman menemukan 2.476 foto unik komet 17P/Holmes. Komet Holmes merupakan obyek paling terang di sistem tata surya dan menarik para astronografer di seluruh dunia.

Lang dan Hogg memasukkan foto mereka ke Astrometry.net yang kemudian mengenali gambar langit dan mengukur pola bintang. Setiap foto memiliki informasi pengambilan. Ketika beberapa foto disatukan, kedua astronom dapat melihat jalur komet di langit. Lang dan Hogg kemudian membandingkan data orbit mereka dengan informasi dari Jet Propulsion Laboratory. Hasilnya, cocok.

Saat ini para astronom sedang mencoba melacak jalur komet lain, Komet Hyakatuke. Mereka berhasil mendapatkan sekitar 3.500 foto Orion Nebula di Flickr saja. Temuan ini menunjukkan kalau penelitian untuk sains bisa dilakukan dengan menggali foto-foto di internet.

"Mungkinkah membuat survei angkasa dengan gambar-gambar itu? Jawabnya 'ya'," kata Lang.

10 Tempat Hidup Alien Di Luar Angkasa

1. Meteorites
Ada sekitar 22.000 didokumentasikan penemuan meteorit di Bumi dan banyak telah ditemukan untuk menahan senyawa organik.


Pada tahun 1996, sekelompok ilmuwan mengumumkan bahwa mereka telah melihat bukti kuat mikro pada meteorit Mars yang ditemukan di Antartika menunjukkan kehidupan yang mungkin telah ada di Planet Merah sekitar 3,6 miliar tahun yang lalu. Setelah bertahun-tahun perdebatan yang intens, masalah apakah meteorit Mars mengandung hidup atau tidak masih belum terselesaikan.

Jika ini benar, juga akan memberikan bukti yang sangat baik untuk mendukung teori dari "panspermia." Secara harfiah berarti "benih di mana-mana," adalah panspermia gagasan bahwa kehidupan berasal dari luar angkasa dan planet-planet ditukar hidup - "kehidupan" dalam hal ini arti bakteri, yang dapat aktif dan ketahanan lingkungan yang keras. Hidup bisa saja ada di planet lain, mungkin bahkan satu sedekat Mars, dan kemudian membuat jalan ke Bumi bukan berasal di sini.

2. Mars
Perbatasan berikutnya, Mars telah lama menjadi target pemburu kehidupan di luar angkasa, namun pemandangan yang gersang dan tandus telah mengalihkan perhatian kita menjauh dari menemukan laki-laki kecil Mars hijau untuk menemukan bentuk-bentuk kehidupan sederhana.


Namun ada bukti bahwa Planet Merah memiliki lebih hangat dan basah terakhir: tempat tidur sungai kering, es di kutub, gunung berapi dan mineral yang terbentuk di hadapan air semuanya telah ditemukan. Pada tahun 2008, Phoenix Mars Lander mengirimkan kembali foto dari bongkahan es itu ditemukan setelah meraup segenggam tanah, penemuan besar dalam mencari air cair - bahan baku utama bagi kehidupan. Lain bahan kunci untuk hidup ditemukan pada tahun berikutnya: ilmuwan NASA terdeteksi metana di atmosfer Mars, yang menunjukkan bahwa planet ini masih hidup.

Meskipun tidak ada kehidupan telah dikonfirmasi di Mars, para ilmuwan berharap bahwa itu hanya bersembunyi. Methane mikroba yang memproduksi beberapa dari bentuk kehidupan paling awal di Bumi, jadi jika sama ada untuk Planet Merah, kemungkinan bakteri ini jauh di bawah permukaan.

3. Europa
Ini bulan Jovian tidak berusaha untuk memberikan kehidupan bahu dingin. Bahkan, bisa jadi rumah tidak hanya untuk sederhana mikro-organisme, tetapi juga hidup yang kompleks.


Para ilmuwan telah berteori selama bertahun-tahun yang samudra bisa bersembunyi di bawah permukaan es Europa, salah satu yang bahkan mengandung oksigen. Setelah mempelajari seberapa cepat es permukaan Europa adalah diisi ulang, Universitas Arizona peneliti Richard Greenberg diperkirakan pada tahun 2009 yang cukup oksigen mencapai laut bawah tanah untuk mempertahankan 6600000000 £ dari "mikrofauna" - organisme hewan-seperti yang lebih kompleks.

Sebelum kita terlalu hanyut, penting untuk dicatat bahwa tidak ada bukti definitif telah ditemukan untuk mendukung bahwa kata laut bahkan ada di bawah es.

4. Callisto
Ilmuwan NASA telah menyatakan Callisto sebuah "bulan mati dan membosankan" sampai penemuan asin laut inilah yang mungkin di bawah permukaannya.


NASA pesawat ruang angkasa Galileo melakukan fly-by bulan Jupiter terbesar kedua pada tahun 1996 dan 1997 dan menemukan bahwa medan magnet Callisto's bervariasi, menunjukkan arus. Pada tahun 2001, Galileo mendeteksi bahwa sebuah asteroid telah menyerang bulan, membentuk cekungan dampak Valhalla. Biasanya, seperti dampak yang akan menyebabkan gelombang kejut yang kuat untuk riak melalui tubuh planet, tetapi Galileo tidak bisa menemukan bukti ini, menyebabkan ilmuwan berteori bahwa laut berair bisa melunak pukulan.

Sesuai dengan tema yang sama mungkin air kehidupan, astronom percaya bahwa jika seperti samudra ada pada Callisto, mungkin bahwa kehidupan kompleks mungkin juga di dalamnya.

5. Titan
Mungkinkah ini bulan dingin menyediakan lingkungan ramah bagi kehidupan? Para ilmuwan mengambil melihat lebih dekat pada bulan ini Saturnus dan menemukan blok bangunan lebih dan lebih potensi hidup yang sangat mendasar di sana, meskipun suhu permukaan Titan dari -300 derajat Fahrenheit.



Meskipun Titan kekurangan sinar matahari, NASA probe Huygens mendeteksi apa yang tampak seperti metana cair di permukaan planet mini di tahun 2005. Pada bulan Mei 2010, dua tim ilmuwan mengumumkan bahwa NASA pengorbit Cassini menunjukkan Titan adalah harapan sebuah pesta dansa kimia yang tidak biasa dengan hidrogen dan asetilena.

Mengingat semua ini, jika hidup itu harus ditemukan di Titan, itu akan ledakan segala sesuatu kita mengerti tentang cara kerja hidup. Ini berarti kehidupan bisa ada di bawah lingkungan kimia yang sama sekali berbeda maka apa yang kita tahu ada di Bumi: sebuah asal usul kedua.

6. Enceladus
Ketika Cassini melakukan fly-by melalui salah satu geyser Enceladus menyemburkan es dan gas pada tahun 2005, probe terdeteksi karbon, hidrogen, nitrogen dan oksigen - semua elemen kunci untuk mendukung organisme hidup. Apa lagi, suhu dan kepadatan bulu dapat menunjukkan sumber, berair hangat di bawah permukaan. Namun, ada kehidupan telah dikonfirmasi.


Bentuk kehidupan Extremophile ditemukan dalam ventilasi bawah bumi panas dan es di Kutub Utara di mana tidak ada sinar matahari mencapai harapan ilmuwan memberikan kemungkinan bahwa mikroba yang sama dapat bertahan hidup di Enceladus.

7. Exoplanets
Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa Bima Sakti saja pelabuhan sekitar 400 milyar bintang dan exoplanets tak terhitung jumlahnya, dan itu hanya dalam galaksi kita sendiri. Jadi tidak mungkin bisa miliaran badan kosmik dihuni di luar sana.


Planet ekstrasurya adalah sebuah badan planet yang berada di luar tata surya kita dan mengorbit bintang lain yang tidak matahari kita. Kami hanya menjelajahi dunia ini luar dalam dekade terakhir (yang pertama, HD 209458, ditemukan pada tahun 1999), dengan puluhan lebih yang ditemukan setiap tahun dengan banyak senyawa organik hosting. HD 209458b, misalnya, ditemukan dengan air, metana dan karbon dioksida di atmosfer tersebut, semua bahan utama untuk hidup.

Namun, itu penurunan ember dan kemungkinan-kemungkinan untuk tubuh hidup-pendukung lainnya tidak terbatas.

8. Orion Nebula
Ingat sekitar 400 milyar bintang yang disebutkan pada slide sebelumnya? Sebuah pembibitan bintang di Bima Sakti baru-baru ini telah diteliti sebagai tambang emas yang potensial untuk menemukan kehidupan.


Pada bulan Mei 2010, Badan Antariksa Eropa Herschel Space Observatory mengumumkan bahwa Nebula Orion, yang terletak sekitar 1.500 tahun cahaya dari Bumi di selatan sabuk Orion, menunjukkan tanda-tanda memiliki kehidupan-memungkinkan bahan kimia organik.

Melihat melalui data yang dikumpulkan oleh teleskop, astronom mampu mendeteksi pola paku untuk molekul pendukung kehidupan berbagai: air, karbon monoksida, formaldehida, metanol, eter dimetil, hidrogen sianida, oksida sulfur dan belerang dioksida.

9. Dying Red Giant Stars
Pada tahun 2005, sebuah tim astronom internasional menemukan bintang-bintang raksasa yang sekarat merah dapat bertindak seperti defibrillator dan membawa planet es kembali dari kematian. Kelahiran kembali ini juga bisa mengakibatkan tempat berkembang biak baru bagi kehidupan, para ilmuwan percaya.


Mengapa Bumi begitu baik di hosting hidup? Jawaban singkatnya adalah lokasi. Kami berada dalam area real estate utama dengan bintang kami untuk menjaga planet kita dihuni. Terlalu dekat, dan air planet kita akan menguap. Terlalu jauh, dan kami satu lemari es dingin.

Tepat sebelum bintang mati, meledak ke tahap raksasa merah, cepat balon dalam ukuran dan kecerahan, peledakan planet-pemanasan radiasi matahari jauh dan luas. Halo, sinar matahari! Jika sinar dari bintang mati adalah untuk mencuci selama bulan sekali-beku atau planet, lapisan es planet tubuh itu akan mencair menjadi cairan: setting panggung untuk hidup ke dalam bentuk samudra mengalir.

10. Bagian belum diselidiki dari Universe
dia alam semesta adalah sebuah ruang yang tak terbayangkan yang luas dipenuhi dengan planet, bintang, sistem, nebula, gas, debu - dan itu mustahil bagi kita yang pernah menjelajahi semuanya. Jadi mungkin hidup tidak ada seperti yang kita lakukan, hanya di sisi lain dari alam semesta di mana kita tidak akan memiliki kemampuan untuk menemukannya.


Lain berpikir: Apakah kita menempatkan pencarian kehidupan dalam sebuah kotak yang terlalu rapi dan teratur? Haruskah kita mencari kehidupan bumi seperti sama sekali?

Yang kita tahu tentang kehidupan adalah bahwa hal itu harus dibuat dari asam amino, DNA, dan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Tapi astrofisika Stephen Hawking berteori bahwa kehidupan bisa ada di luar sana yang kita bahkan tidak bisa membayangkan: hidup yang tidak berbasis karbon. Jika itu terjadi, apakah mungkin bahwa kita telah menemukan "hidup " dan tidak terjawab karena kita memakai kita "Bumi " kacamata? "
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Click Sandhi Record

Click Sandhi Record
©copyright

TIKTOK OKE MEDIA

TIKTOK OKE MEDIA
Album Sandhi

Album Ciptaan Lagu Sandhi Record

Album Ciptaan Lagu Sandhi Record
Copyright

Be Our Fans !

Top Post

 
Support : seo Copyright © 2012 - 2014/2015. Oke Media - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Edit By Idel Brodsky
Creator Oke Media by Sandhi Foreverz